Karakter berasal dari bahasa Yunani yaitu charassein yang berarti to engrave (Ryan and Bohlin, 1999:5), yang bisa diterjemahkan dengan mengukir,
melukis, memahatkan, atau menggoreskan (Echols dan Shadily, 1995:214).
Menurut Thomas Lickona, karakter mulia (good character) meliputi pengetahuan tentang kebaikan (moral knowing), lalu menimbulkan komitmen (niat) terhadap kebaikan (moral feeling), dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan (moral behavior).
Dari
pengertian di atas dapat dipahami bahwa karakter identik dengan akhlak,
yang merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang meliputi seluruh
aktivitas manusia, yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan,
perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata
krama dan budaya. Pemahaman yang baik tentang konsep akhlak merupakan
sarana yang dapat mengantarkan seseorang untuk berperilaku dan berakhlak
mulia seperti yang dipesankan oleh Nabi Muhammad saw dalam haditsnya,
yang diriwayatkan oleh Abdullan Ibn Amr, "Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. At Tirmidzi).